Selasa, 06 Oktober 2015

Profil Guru

Guru memegang peran sentral dalam pembelajaran. Guru-guru Sekolah Peradaban Insan Mulia merupakan guru-guru yang terseleksi dan sudah ber-pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan bermakna. Mereka tidak hanya mempunyai kompetensi dalam bidang keilmuan yang diajarkan, tetapi juga memahami dan dekat dengan anak, mampu menjalin relasi sosial dengan baik, kreatif, dan pekerja keras.
                                           
  1. Dwi Prasetyowati, S.Si.
Bu Dwi lahir di Purworejo, 13 April 1981. Sebelum memilih bidang pendidikan sebagai tempat aktualisasi diri, Bu Dwi pernah menjadi koordinator admin di sebuah dealer terkemuka dan analis data di sebuah cafe.
Sejak tahun 2010 bergabung dengan sebuah sekolah yang tengah berkembang, dan merasa menemukan dunia yang senapas dengan fitrahnya sebagai seorang ibu.

  1. Donny Safari
Lahir di Cimahi tahun 1975. Menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD pada tahun 1999.
Pengalaman mendengarkan dongeng dari sang kakek membuatnya gemar membaca beragam jenis bacaan (cerita, dongeng, sejarah). Kegemaran tersebut  mengantarnya mengikuti jejak kakek. selama kurang lebih satu dekade, Pak Donny menggunakan dongeng sebagai salah satu metode untuk meningkatkan minat belajar dan minat membaca pada anak-anak di salah satu sekolah swasta Kabupaten Bandung.
  1. Fadhlun, S. Pd
Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Tata Busana. Lahir di Bandung, 9 Maret 1987. Pengalaman di dunia anak dimulai dengan mengajar di TPA, menjadi guru privat. Kemudian menjadi guru Bahasa Inggris di sebuah SD negeri, pembimbing olimpiade IPA, dan operator Dapodik.
Selain mempunyai kemampuan mengajar, Bu Ifa juga terampil dalam membuat beraneka kerajinan tangan (handycraft).

  1. Nunung Komariah
Ibu satu anak ini memulai kiprah di dunia pendidikan dengan menjadi pendamping (helper) anak berkebutuhan khusus di sebuah sekolah dasar, sebuah pilihan yang tidak  banyak sarjana yang mau melakukannya.
Setelah beberapa tahun menjadi helper, Bu Nunung melangkah menjadi guru bidang studi Matematika, sesuai dengan latar belakang kesarjanaannya.  Untuk meningkatkan kompetensi mengajar, Bu Nunung mengambil kuliah profesi pengajar (akta IV).

  1. Okky Zakkaria
Lahir di Bandung pada 16 Oktober 1972. Menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Terbuka jurusan Ekonomi Manajemen. Sejak 1994 aktif mengajar di Madrasah Diniyah Al Ikhlas.
Tahun 2004 mulai mengajar di SD Gemilang Mutafannin, dan menjabat sebagai kepala sekolah dari 2008 sampai 2012. Pernah aktif di Asosiasi Sekolah Inklusi Jawa Barat, sebagai koordinator se-Bandung Barat.
Pak Okky mempunyai kepedulian terhadap pengembangan SDM dan manajemen berbasis sekolah, serta mengembangkan sistem manajemen pendidikan inklusif.

  1. Suhud Rois
Alumni jurusan Sejarah UNPAD, sudah hampir 14 tahun menekuni dunia pendidikan. Begitu menyelesaikan kuliah S1-nya, Pak Suhud langsung bergabung dengan sebuah sekolah yang baru akan didirikan.
Selama menempuh perjalanan 14 tahun, Pak Suhud menjadi salah satu rujukan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran di sekolahnya.
Di waktu luangnya, Pak Suhud suka menulis. Beberapa tulisan pernah di muat di majalah pendidikan dan keluarga. Buku karyanya yang sudah diterbitkan adalah Be Yourself: Menjadi Diri Sendiri Itu Asyik, Lho! dan Sekolah yang Menyenangkan.

  1. Yukie Agustia Kusmala
Lahir di Bandung tahun 1974. Sejak lulus dari Fakultas Psikologi Unisba tahun 1999, banyak bergelut dengan kegiatan pendidikan. 2001-2006 menjadi guru ditingkat pendidikan dasar. Tahun berikutnya hingga saat ini aktif menjadi  pengajar (dosen luar biasa) di beberapa  akademi kebidanan. Selain itu, juga sering menjadi nara sumber pada seminar dan pelatihan untuk guru TK, SD, SMP, dan orangtua, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari Grow Up Learning Center dan Klab Keayahbundaan yang didirikannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar