Sekolah
Peradaban Insan Mulia mempunyai
program untuk mengakomodasi anak berkebutuhan khusus (ABK), baik anak yang
lambat belajar, Learning Disability, autism,
AD(H)D, dan gifted. ABK ditangani
secara khusus oleh Inclusive and Learning
Support Unit (ILSU).
Berdasarkan kurva normal, ada 3
kategori kemampuan intelektual anak, yaitu di bawah rata-rata, rata-rata, dan
di atas rata-rata. Kategori tersebut merupakan potensi anak untuk berkembang.
Namun demikian, permasalahan anak tidak hanya pada potensi intelektual saja
tetapi, ada faktor-kator yang menghambat aktualisasi potensi, yaitu pengelolaan
emosi, masalah perilaku, lambat belajar, motivasi, ataupun kesulitan belajar
khusus seperti autism dan AD(H)D.
Di antara
anak-anak yang berkemampuan di atas rata-rata terdapat anak gifted. Mereka berada di ujung kanan
kurva normal. Anak-anak gifted
memiliki potensi intelektual yang besar. Namun sayangnya kehadiran anak-anak gifted banyak yang tidak disadari
keberadaannya oleh orangtua, guru, dan masyarakat. Selain itu, ada anak gifted
yang performanya tidak sebanding dengan potensinya (underachiever) karena mengalami masalah perilaku, motivasi,
disinkroni, dll.
ILSU bertugas
mengidentifikasi kebutuhan khusus anak dan memproduksi Individual
Education Programme (IEP) dan Individual
Supported Programme (ISP) serta mengevaluasinya. ILSU juga memberikan
layanan remedial, terapi, pendampingan, dan konseling bagi ABK. Untuk orangtua,
ILSU memberikan layanan konsultasi serta membentuk dan membimbing grup krisis (crisis group).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar