SD PERADABAN INSAN MULIA
Cerdas, Ceria, Berakhlak Mulia
Selasa, 15 November 2016
Selasa, 06 Oktober 2015
Inklusi dan Giftedness
Sekolah
Peradaban Insan Mulia mempunyai
program untuk mengakomodasi anak berkebutuhan khusus (ABK), baik anak yang
lambat belajar, Learning Disability, autism,
AD(H)D, dan gifted. ABK ditangani
secara khusus oleh Inclusive and Learning
Support Unit (ILSU).
Berdasarkan kurva normal, ada 3
kategori kemampuan intelektual anak, yaitu di bawah rata-rata, rata-rata, dan
di atas rata-rata. Kategori tersebut merupakan potensi anak untuk berkembang.
Namun demikian, permasalahan anak tidak hanya pada potensi intelektual saja
tetapi, ada faktor-kator yang menghambat aktualisasi potensi, yaitu pengelolaan
emosi, masalah perilaku, lambat belajar, motivasi, ataupun kesulitan belajar
khusus seperti autism dan AD(H)D.
Di antara
anak-anak yang berkemampuan di atas rata-rata terdapat anak gifted. Mereka berada di ujung kanan
kurva normal. Anak-anak gifted
memiliki potensi intelektual yang besar. Namun sayangnya kehadiran anak-anak gifted banyak yang tidak disadari
keberadaannya oleh orangtua, guru, dan masyarakat. Selain itu, ada anak gifted
yang performanya tidak sebanding dengan potensinya (underachiever) karena mengalami masalah perilaku, motivasi,
disinkroni, dll.
ILSU bertugas
mengidentifikasi kebutuhan khusus anak dan memproduksi Individual
Education Programme (IEP) dan Individual
Supported Programme (ISP) serta mengevaluasinya. ILSU juga memberikan
layanan remedial, terapi, pendampingan, dan konseling bagi ABK. Untuk orangtua,
ILSU memberikan layanan konsultasi serta membentuk dan membimbing grup krisis (crisis group).
Kegiatan Khas
Sekolah harusnya mempersiapkan
murid-muridnya untuk bisa mengembangkan dirinya sendiri. Usaha mengembangkan
diri perlu keterampilan. Tentu saja merupakan salah satu tugas
sekolah untuk membangun keterampilan tersebut.
Berangkat dari sanalah Sekolah Peradaban Insan Mulia merancang rangkaian kegiatan yang mengembangkan karakter dan keterampilan anak. Rangkaian itu dimulai dari kelas satu sampai kelas enam dengan tujuan yang saling terkait antar kegiatan.
Berangkat dari sanalah Sekolah Peradaban Insan Mulia merancang rangkaian kegiatan yang mengembangkan karakter dan keterampilan anak. Rangkaian itu dimulai dari kelas satu sampai kelas enam dengan tujuan yang saling terkait antar kegiatan.
Di
kelas-kelas awal, tujuan yang ingin dicapai adalah mengembangkan selfesteem
anak, membuat anak yakin bahwa dirinya mampu. Kepercayaan diri diyakini sebagai
modal berharga bagi perkembangan anak. Jadi kegiatannya lebih banyak
mengeksploitasi kemampuan anak.
Sedangkan
pada kelas-kelas selanjutnya tujuannya adalah pengembangan keterampilan. Baik
keterampilan sosial maupun keterampilan pengembangan diri (how to learn).
Tujuan-tujuan tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi dibangun
bersama-sama dalam setiap kegiatan.
Adapun kegiatan-kegiatannya
adalah: Market Day, Science Fair, Science
Camp, Superkid, Homestay, Kemping, Primacamp, Holiday Camp, Bina Remaja, Manasik Haji, Muhasabah
dan Muroja’ah, Mabit, serta kegiatan hari besar
agama Islam dan nasional yang dikemas khas.
Keberagaman kemampuan dan latar belakang orang
tua siswa memungkinkan mereka menjadi guru tamu/volunteer untuk mata pelajaran tertentu atau melatihkan
keterampilan tertentu.
Profil Guru
Guru memegang peran sentral dalam
pembelajaran. Guru-guru Sekolah Peradaban Insan Mulia merupakan guru-guru yang
terseleksi dan sudah ber-pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran yang
inovatif, menyenangkan, dan bermakna. Mereka tidak hanya mempunyai kompetensi
dalam bidang keilmuan yang diajarkan, tetapi juga memahami dan dekat dengan
anak, mampu menjalin relasi sosial dengan baik, kreatif, dan pekerja keras.
- Dwi Prasetyowati,
S.Si.
Bu Dwi lahir di Purworejo, 13
April 1981. Sebelum memilih bidang pendidikan sebagai tempat aktualisasi diri,
Bu Dwi pernah menjadi koordinator admin di sebuah dealer terkemuka dan analis
data di sebuah cafe.
Sejak tahun 2010 bergabung dengan
sebuah sekolah yang tengah berkembang, dan merasa menemukan dunia yang senapas
dengan fitrahnya sebagai seorang ibu.
- Donny Safari
Lahir di Cimahi tahun
1975. Menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD pada tahun
1999.
Pengalaman mendengarkan
dongeng dari sang kakek membuatnya gemar membaca beragam jenis bacaan (cerita,
dongeng, sejarah). Kegemaran tersebut mengantarnya mengikuti jejak kakek. selama
kurang lebih satu dekade, Pak Donny menggunakan dongeng sebagai salah satu
metode untuk meningkatkan minat belajar dan minat membaca pada anak-anak di
salah satu sekolah swasta Kabupaten Bandung.
- Fadhlun, S. Pd
Lulusan Universitas Pendidikan
Indonesia jurusan Pendidikan Tata Busana. Lahir di Bandung, 9 Maret 1987.
Pengalaman di dunia anak dimulai dengan mengajar di TPA, menjadi guru privat.
Kemudian menjadi guru Bahasa Inggris di sebuah SD negeri, pembimbing olimpiade
IPA, dan operator Dapodik.
Selain mempunyai kemampuan
mengajar, Bu Ifa juga terampil dalam membuat beraneka kerajinan tangan (handycraft).
- Nunung Komariah
Ibu satu anak ini memulai kiprah
di dunia pendidikan dengan menjadi pendamping (helper) anak berkebutuhan khusus
di sebuah sekolah dasar, sebuah pilihan yang tidak banyak sarjana yang mau melakukannya.
Setelah beberapa tahun menjadi
helper, Bu Nunung melangkah menjadi guru bidang studi Matematika, sesuai dengan
latar belakang kesarjanaannya. Untuk
meningkatkan kompetensi mengajar, Bu Nunung mengambil kuliah profesi pengajar
(akta IV).
- Okky Zakkaria
Lahir di Bandung pada 16
Oktober 1972. Menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Terbuka jurusan
Ekonomi Manajemen. Sejak 1994 aktif mengajar di Madrasah Diniyah Al Ikhlas.
Tahun 2004 mulai mengajar
di SD Gemilang Mutafannin, dan menjabat sebagai kepala sekolah dari 2008 sampai
2012. Pernah aktif di Asosiasi Sekolah Inklusi Jawa Barat, sebagai koordinator
se-Bandung Barat.
Pak Okky mempunyai kepedulian terhadap
pengembangan SDM dan manajemen berbasis sekolah, serta mengembangkan sistem
manajemen pendidikan inklusif.
- Suhud Rois
Alumni jurusan Sejarah
UNPAD, sudah hampir 14 tahun menekuni dunia pendidikan. Begitu menyelesaikan
kuliah S1-nya, Pak Suhud langsung bergabung dengan sebuah sekolah yang baru
akan didirikan.
Selama menempuh
perjalanan 14 tahun, Pak Suhud menjadi salah satu rujukan dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran di sekolahnya.
Di waktu luangnya, Pak
Suhud suka menulis. Beberapa tulisan pernah di muat di majalah pendidikan dan
keluarga. Buku karyanya yang sudah diterbitkan adalah Be Yourself: Menjadi Diri
Sendiri Itu Asyik, Lho! dan Sekolah
yang Menyenangkan.
- Yukie Agustia
Kusmala
Profil Sekolah
A. Visi
Menjadi sekolah inklusif yang unggul dalam kompetensi dan karakter dengan
berbasis nilai Islam
B Misi
1.
Menyediakan layanan pendidikan terbaik dengan memperhatikan hak, kebutuhan, dan
perkembangan anak
2. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
dan ramah terhadap anak
3. Mendorong partisipasi aktif pemangku
kepentingan sekolah
4. Menginternalisasi
nilai-nilai religius sebagai dasar terbentuknya insan yang
berbudi luhur
5. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua
anak dari berbagai latar belakang untuk memperoleh layanan pendidikan
C. Keunggulan Sekolah
Sekolah Peradaban
Insan Mulia menyelenggarakan program pendidikan terprogram dalam rangka
membentuk pribadi yang unggul, toleran/tasamuh, dan religius.
Pribadi
yang unggul mempunyai capaian akademik yang optimal, menunjukkan karakter yang
bagus, menguasai kompetensi kunci, serta berkembang bakat dan minatnya. Keunggulan
secara akademik ditunjukkan dengan adanya optimalisasi potensi anak, pencapaian
nilai ujian di atas batas minimal kelulusan, prestasi dalam lomba karya ilmiah;
kreativitas; kesenian; dan olahraga.
Program
pembentukan karakter bertujuan membiasakan anak menunjukkan perilaku yang mengandung nilai empathy, confidence,
leadership, integrity,
persistence, dan
strength.
Kompetensi
kunci merupakan keterampilan dasar yang selalu dibutuhkan untuk mencapai
kesuksesan. Keterampilan tersebut adalah kemampuan High Order Thinking Skill, komunikasi,
pemecahan masalah, pengambilan
keputusan, kerja sama, dan social worker. Pengembangan minat dan bakat menghasilkan
kemampuan enterpreuneur, dan inventor.
Pribadi
yang unggul akan bernilai guna bagi orang lain, mampu menerima perbedaan
(inklusif) dengan cara yang tepat. Sifat inklusif yang dimaksud adalah menunjukkan perilaku terbuka dan menerima
perbedaan latar belakang antar individu; menunjukkan keterlibatan dalam
aktivitas yang dilakukan bersama tanpa memandang latar belakang (agama, suku
bangsa, warna kulit, strata sosial, kemampuan khas.
Nilai religius yang dikembangkan adalah menunjukkan ketaatan terhadap Tuhan yang Maha Esa, menampilkan perilaku akhlaqul karimah, menampilkan kebaikan kepada orang lain dan lingkungan, dan mengamalkan ajaran (nilai-nilai) keagamaan.
Nilai religius yang dikembangkan adalah menunjukkan ketaatan terhadap Tuhan yang Maha Esa, menampilkan perilaku akhlaqul karimah, menampilkan kebaikan kepada orang lain dan lingkungan, dan mengamalkan ajaran (nilai-nilai) keagamaan.
D. Motto:
Cerdas, Ceria, Berakhlak Mulia
Profil Yayasan
Sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Sosial Peradaban
Mulia, yang dibentuk dengan semangat kasih sayang terhadap anak. Hal tersebut
diwujudkan dengan memberikan kesempatan mendapatkan pendidikan yang terbaik.
Yayasan didirikan pada 27 Maret 2013, dengan akta notaris nomor 1156, sekaligus
dengan pengesahan dari kemenhukam.
Yayasan yang berazaskan Islam ini bersifat terbuka yang akuntabel, modern,
dan demokratis sehingga menjadi yayasan yang sehat, efisien, kreatif, dan produktif.
A.Pengurus
Yayasan Pendidikan dan Sosial Peradaban Mulia adalah :
a. Dewan Pembina:
1. Ardi Nugraha,S.Sos
2. Arif Ridwan
3. Purnama
b. Dewan Pengawas:
1. Donny Safari, S.Sos
2. Sri Ramadhani, S.si
c. Dewan Pengurus:
Ketua: Suhud
Rois, S.S
Sekretaris I: Okky
Zakkaria, S.E
Sekretaris II : Yukie Agustia K, M.Psi
Bendahara : Dwi Fairiyani, S.E
Bidang Dana Usaha: Risnawati
Seluruh personil yayasan adalah orang-orang yang telah berpengalaman dalam
bidang pendidikan, sosial, keterampilan, dan pelayanan masyarakat.
B. Kegiatan yayasan
a. Bidang Pendidikan
1. Menyelenggarakan pendidikan
tingkat SD dan SMP
2. Menyelenggarakan pendidikan
inklusi
3. Menyelenggarakan pelatihan
pengembanan karakter dan lifeskill untuk anak dan
remaja
4. Konsultasi psikologi, terapi ,dan
remedial
4. Menyelenggarakan pelatihan guru
5. Parenting
b. Bidang Sosial
1. Pemberian beasiswa
2. Pelatihan gratis bagi peserta
tidak mampu
3. Bakti sosial
4. Penyuluhan bagi orang tua yang
mempunyai anak berkebutuhan khusus
5. Pelatihan gratis pengembangan
profesi guru
Langganan:
Komentar (Atom)